113. Di Mana Alea

2422 Kata

Malam ini masih sama seperti malam-malam sebelumnya, bahkan lebih muram yang sulit dijelaskan. Kaisar, yang biasanya menyempatkan diri makan malam bersama keluarga, malam ini turun dari lantai dua bukan dengan wajah santai atau pakaian rumah, melainkan dengan jaket hitam yang membuat langkahnya tampak tergesa. Kristi yang sedang menata meja makan spontan mengangkat wajahnya. Sendok sayur di tangannya terhenti di udara. “Mau ke mana, Kai?” tanyanya curiga. Pria itu meraih kunci mobil di meja konsol dekat pintu. “Cari angin sebentar,” jawabnya singkat, berusaha menghindari tatapan ibunya. Kristi mendesah. “Bukan ketemu Dias kan?” suaranya lebih mirip interogasi daripada sekadar pertanyaan. Kaisar berhenti, menoleh sebentar. Ada kerutan di antara alisnya. “Ma, kenapa selalu berburuk sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN