Bab 123. Menunda dulu, tunggu hasil tes DNA

1202 Kata

Vina sebenarnya agak bingung dan resah akan tetapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan keresahannya, tapi sayangnya Keenan dan Nailah bisa melihatnya. “Mas, aku mau ke toilet bisa antarkan?” tanya Nailah sembari mencolek lengan suaminya. Keenan menolehkan wajahnya. “Aku antarkan, Sayang,” jawab Keenan, pastilah akan diantarkan. Tanpa berpamitan pada Vina yang masih termangu, Nailah dan Keenan meninggalkan meja, lalu keluar dari coffe shop karena toilet berada di area dalam lobby rumah sakit. Nailah mengamit lengan suaminya, agar posisinya sangat dekat. “Mas, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan tapi bicaranya agak jauhan,” ucap Nailah tanpa menatap suaminya. “Jadi Sayang, gak jadi ke toiletnya?” “Itu hanya alasan saja, gak mungkin juga aku bicara sama Mas di depan Vina, kita aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN