81. Menyerah

1477 Kata

Naina mengerang pelan saat kesadaran kembali menyapanya. Rasa berdenyut-denyut di pelipisnya membuatnya secara refleks mencengkeram kepalanya sendiri. Tiba-tiba, ada kehangatan lain yang menggantikan tangannya, sepasang tangan yang lebih besar dan lembut mulai memijat pelipisnya dengan gerakan terampil. "Kepalanya sakit, ya?" Suara Chandra terdengar dekat di telinganya. Naina membuka mata dan mendapati suaminya sudah terduduk di samping ranjang, mengenakan setelan kerja yang rapi dan siap untuk berangkat. Aroma parfumnya yang familiar tercium lembut, bertolak belakang dengan nyeri di kepalanya. Chandra menatap Naina yang memilih diam, namun sorot matanya yang penuh perhatian seolah berusaha menembus dinding dingin yang Naina bangun. "Mau periksa ke dokter? Mas bisa antar dulu sebelum k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN