71. Saya Milikmu, Naina

1689 Kata

"Dia kasih aku bunga untuk ucapan permohonan maaf," ucap Naina dalam panggilan video dengan Sheila sambil memamerkan buket bunganya pada sepupunya itu. "Cie, yang sudah baikan. Bunganya mawar lagi," goda Sheila, matanya berbinar melihat senyum kecil di wajah Naina. "Masih di rumah?" "Enggak, dia sudah kembali ke kantor. Katanya ada kerjaan yang harus diselesaikan." Naina meletakkan bunga di pangkuannya, jemarinya menyentuh kelopaknya dengan lembut. "Cuma kasih bunga doang? Gak ada 'kompensasi' lain?" Sheila menyipitkan mata, senyum nakal mengembang di bibirnya. Pipi Naina tiba-tiba saja memanas. "Hm, enggak cuma itu sih, tadi kami ...," ucapnya terbata, wajahnya semakin memerah saat bayangan keintiman mereka tadi muncul di benaknya. "Ah, sialan! Gue jadi mikir yang enggak-enggak liha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN