112. Ini Bahaya!

1347 Kata

Suara pintu terbuka dengan pelan, namun memecah kesunyian malam. Naina, yang sudah setengah tidur di sofa, segera membuka matanya. Chandra berdiri di ambang pintu, tubuhnya terlihat seperti memanggul beban. Wajahnya yang biasanya tegar terlihat lusuh, bayangan hitam di bawah mata menandakan hari yang panjang. Naina yang sempat ingin mencibir karena Chandra pulang larut, segera menelan segala kalimat keluhannya. Dia bangkit dan menghampiri suaminya. "Malam, Sayang," bisik Chandra, suaranya serak. Bibirnya menempel di dahi Naina, dingin dan lelah, setelah itu dia berjalan tertatih ke sofa. Tubuhnya terjatuh ke bantalan yang empuk, kaki panjangnya terbentang lemas, sepatu pantofelnuya masih menempel di kakinya. Naina menatapnya sejenak, lalu berbalik ke dapur untuk mengambilkan air dingin.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN