Naina mengantar Chandra hingga ke samping mobilnya di carport. Jari-jarinya mencengkeram lengan kemeja suaminya, erat, seolah tak rela melepas. Pagi ini udara terasa lebih berat dari biasanya. Hari ini sidang perdana gugatan cerai Chandra terhadap Davina. Di balik senyum tenangnya, Naina merasakan degup jantungnya yang tidak beraturan. Akhirnya, dia akan menjadi satu-satunya wanita di hidup Chandra, sebuah takdir yang tidak pernah terbayang dalam mimpinya yang paling liar sekalipun, mengingat sejak awal dia dinikahi untuk dijadikan istri kedua. "Mas berangkat, ya?" ucap Chandra, tubuhnya sedikit bergerak maju. Naina menyembunyikan gemetar tangannya dengan menyentuh kemeja Chandra. Senyumnya mengembang, dipaksakan agar tidak terlihat goyah. Dia berjinjit, menempatkan ciuman singkat dan h

