Mobil hitam yang dikendarai oleh Chandra berhenti sempurna di depan rumah bergaya minimalis dengan taman depan yang rapi. Dua mobil lain sudah terparkir di halaman, pertanda tamu-tamu lain sudah lebih dulu tiba. Mesin yang mati disusul oleh bunyi sabuk pengaman Chandra yang terlepas. "Ayo, turun," ajak Chandra, suaranya lembut sembari berpindah untuk membantu Naina melepaskan sabuk pengamannya dengan gerakan penuh perhatian. Inka sudah lebih dulu keluar dan dengan sigap membantu Kayla turun dari kursi belakang. Dengan napas dalam yang tak kasat mata, Naina akhirnya melangkah keluar, kakinya yang dibalut sendal selop menapak pelan di aspal. Matanya menyapu cepat fasad rumah itu sebelum berpindah mengikuti gerakan Chandra yang berjalan ke bagasi untuk mengambil kado besar berbalut kertas

