117. Bahagia Bersamamu

1307 Kata

Mengetahui jika Davina datang membesuk istrinya, membuat Chandra marah besar. Dia dan Marcel segera kembali ke ruang inap Naina. "Tidak apa-apa, dia sudah pergi. Dia hanya memberi hadiah untuk bayinya dan ...." Alisa menggantung ucapannya. "Dan, apa?" tanya Chandra tak sabaran. Lalu dia menoleh pada Naina yang sejak tadi hanya diam membisu. "Sayang ...." Naina mengulurkan tangannya yang memegang sebuah kartu ucapan berwarna pink. Chandra mengambil kartu tersebut dan membacanya. "Sialan," rutuknya dalam hati. "Apa lagi yang dia katakan?" tanyanya menoleh pada adiknya. "Dia bilang, 'tidak peduli dengan kelahiran anakmu, yang jelas Kayla akan tetap menjadi prioritas Chandra'," ujar Alisa meniru ucapan Davina. Chandra mengusap wajahnya dengan kasar, jari-jarinya menekan pelipisnya. Am

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN