[151] Double Anugerah, Double Resah

1915 Kata

"Sepertinya kekecilan, Len." "Ya udah, jangan dipake. Ih, lagian aku ngasih itu cuma buat seru-seruan aja." Gilak! Lena jadi malu sendiri melihatnya. Maka dari itu dia tutup wajah, meski tak sampai tutup mata karena dari sela-sela jarinya Lena mengintip. Di mana Pak Wili sedang asyik becermin, memperhatikan dengan saksama hadiah ulang tahun pemberian Lena. Celana dalam gajah itu, lho! Astagaaa. Lena tak bisa berkata-kata, dia timpuk saja b****g Pak Wili dengan bantal. And then, beliau berbalik. Argh! Semakin jelas saja belalai gajahnya. "Lepas, gak!" kata Lena. Dia di kasur, sedangkan Pak Wili berjalan menujunya. "Oh, kamu mau lihat yang real dan polosan?" Sampai tak bisa berkata-kata. Lena mangap, terus mingkem. Pak Wili tampak baru selesai mandi dan mencoba hadiah pemberian Le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN