[143] Sudah Sangat Siap

1610 Kata

"Ni, gimana perasaanmu sekarang?" Nuni menatap Om Genta yang duduk di sebelahnya. Hari di mana mereka baru saja kedatangan tamu sepasang suami istri yang dulu Nuni sebut mami dan papi. "Rasanya kayak aku nggak pernah terluka sama papiku." Padahal Nuni yakin dulu dia sampai menangis dan tak mau pulang, tak mau pula menyebut Pak Fer dengan sebutan papi, pun inginnya lepas total dari hubungan keluarga dengan mereka. Namun, hari ini ... saat mami dan papi Kak Zarin datang, lalu secara khusus Pak Ferdinan meminta waktu berdua dengannya, yang kemudian beliau meminta maaf, pun meminta Nuni untuk kembali menjadi putri bungsu keluarga itu. Katanya berjanji tak akan seperti dulu lagi; tak akan membeda-bedakan kasih sayang, tak akan membuat Nuni menangis, dan tak akan pula ada istilah hukum-huku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN