[167] Tanpa Tangisan

1508 Kata

"Nan, jangan lupa telepon Abang atas segala kabar barunya, ya? Bilangin Wili juga, Abang ke sananya besok pagi paling." "Iya, Bang. Oke. Kami otewe dulu." "Ya, hati-hati," timpal Genta. Kemudian alih kepada adik nomor tiganya yang bawa motor. "Jangan ngebut, Lang!" Gilang membunyikan klakson. Di mana setelah Nandar naik ke boncengan, moge putih itu lantas melenggang. Menyisakan Genta yang tak bisa ikut serta ke rumah sakit. Bukannya apa, tetapi di rumah dia punya ibu hamil dan bayi. "Gimana, Bang?" Nuni sampai ikut kebangun ketika mendengar suara grasak-grusuk Om Genta. "Udah. Nandar sama Gilang aja yang nyusul ke rumah sakit. Nanti kita dapat kabar dari mereka. Minta doanya aja, Ni. Lena mau lahiran." Ya, tersiar kabar bahwa Marlena—adik bungsu Genta itu—dilarikan ke rumah sakit se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN