[161] Surga dan Neraka

1124 Kata

Wajar, kan, Nuni marah? Dengan kondisinya sekarang, bawa rasa ingin memusuhi Om Genta yang sekata-kata bilang gugurkan. Emosi Nuni yang sedikit lebih gampang terpancing ini malah disulut. Tentu saja, mengamuk! "Katanya mau tanggung jawab? Mana?!" Genta sampai menepikan mobilnya di sisi jalan. Tak fokus mengemudi. Kobaran emosi terpampang jelas di seraut wajah Nuni, belum lagi soal dadanya yang kembang-kempis tak santai. Duh, aduh ... Genta salah bicara. "Nggak, Dek. Maaf." Juluran tangan Genta ditepis istrinya. Ya, bagaimana tidak? "Abang udah bikin sakit anak kita dua-duanya, lho. Bukan sakit yang gimana memang, tapi ... pertama, Ais sampai terancam kena sapih sebelum genap dua tahun. Kedua, janin yang baru kita ketahui keberadaannya ini, Abang malah mau menggugurkan. Dia bisa den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN