"Mimi, kalau kita jadi anak baik, di masa depan pasti kita bisa beltemu dengan pangelan tampan dan baik hati juga, kan, sepelti Plincess?" "Ya ...." "Bohong." Lena menatap putrinya yang nomor dua. "Kenapa Mimi berbohong kepada Niska? Itu, kan, tidak baik," celoteh Dikara. "Kala, Mimi tidak bohong, tahu!" semprot Niskala, berkacak pinggang. "Pangelan tampan itu betul-betul ada, contohnya adalah pipi kita." "Betul!" ucap Lena. Dikara memandang mereka tak percaya, dengan sorot mata datarnya. Niskala tersenyum senang merasa sang mimi sependapat dengannya. "Tapi, Niska ... mau ada atau nggaknya pangeran tampan di masa depan, kita tetep harus jadi anak baik. Bukan semata-mata karena pangeran, tapi baik dan kebaikan itu kelak untuk diri kita sendiri." Lena memberikan argumennya. Asal kal

