"Sebenernya kamu punya orang tua berapa, Ren?" "Dua. Eh, dua pasang maksudnya, jadi ... empat? Ada papa, mama, mimi, sama pipi yang tadi aku tunjukin. Ayahnya adik-adikku, tuh, Je." Daaron antusias memperkenalkan keluarganya kepada teman-teman. Jean ber-wow ria. Kening Garda mengernyit. "Banyak, ya?" "Ah, nggak. Cuma empat," timpal Daaron, merendah. Padahal dia sedang pamer, kok. Maaf, ya .... Kelakuan bocah-bocah. Dodo agak tidak habis pikir. "Tetanggaku orang tuanya sama kayak kamu, ada banyak, tapi dia nggak sesenang kamu, Ren." "Banyak gimana? Emang kita bisa punya orang tua berapa banyak, sih, Do?" celetuk Marco. "Sebanyak-banyaknya, mungkin? Ah, tapi tetanggaku itu walau ayahnya ada dua dan ibunya ada dua, hari-harinya murung terus, tuh." Dodo berpendapat. "Lho, kenapa murun

