Seperti halnya Wili ketika menikahi Marlena, ada petuah yang diberikan oleh bapak penghulu untuk Genta dan Nuni. Pun, saat orang-orang tahu bahwa Nuni dinikahkan oleh wali hakim, mereka agaknya terkejut. Terkhusus tamu undangan dari kantor Pak Ferdinan. Ya, kini mereka semua yang datang tahu bahwa Nuni bukan anak kandung Ferdinan. Namun, sudahlah. Bukan itu poinnya sekatang. Fokus mereka kembali pada momen sakral menuju akad nikah diucapkan. Detik di mana Genta berjabat tangan dengan wali hakim itu, mungkin beliau dapat merasakan betapa dinginnya telapak tangan sang mempelai pria. Lalu sebuah mikrofon Genta pegang dengan tangan satunya. Bismillah .... Harusnya bisa dia ucapkan dalam sekali ijab kabul tanpa ada pengulangan. "Saudara Gentareksa Utama ...." Duh, rasanya deg ke hati. T

