Hari-hari berlalu dan Hyra rasa memang cukup gawat kalau suami ada di rumah, apalagi kalau gabut. Gabutnya Julian itu menguleni Hyra, dibolak-balik kadang badannya, terus ... yeah ... begitu pokoknya. Hyra tidak suka kalau Julian sibuk selalu dengan pekerjaannya, sih. Tidak suka juga kalau Julian dinas ke luar kota. Lemburnya Julian pun Hyra tak suka. Penginnya deketan terus, tetapi maksud Hyra bukan yang sampai menautkan alat reproduksi gitu, lho. Sekadar duduk bersandar, rebahan di paha, usap-usap, pijit-pijit, yang begitu-begitu. Namun, entah kenapa akhirnya Hyra jadi mandi suci. Malas mandinya. Mana harus keramasan. Mana kalau sudah mandi suci, tahu-tahu beberapa waktu setelahnya diajak tempur lagi. Kan, asem! Apa semua suami seperti itu? Tau ini karena masih aroma-aroma pengantin

