Marvin sangat pusing dan bahkan emosi ketika tau ternyata Livia dan keluarganya sudah tidak berada di negara ini dan entah bersembunyi di mana. "Aku benar-benar akan membunuhnya jika aku sudah menemukannya." Ucqp Marvin yang benar-benar pusing. "Apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Ares. Selama ini, dialah yang membantu Marvin di segala masalahnya, Dia merasa kasihan dengan Marvin yang mengalami nasib sial seperti ini. "Aku sangat infin bertemu dengan Lea, aku ingin tau bagaimana kabarnya." Ucap Marvin. "Kau saudaranya, aku tau jika kau pasti tau di mana dia. Tolong katakan di mana?" "Aku memang tau, tapi aku tidak bisa memberitahumu, aku sudah katakan itu berkali-kali." Jawab Ares. Marvin mengusap wajahnya dengan kasar karena ahkam orang tuanya juga menutup rapat tentang keberadaan

