Saat di kampus, Ola lebih sering menghindari Felix. Dia tadinya ingin memutuskannya namun tidak tega ketika ternyata ada kbar duga jika kakaknya kemaren meninggal, untuk itu dia menundanya terlebih dahulu. "Aku ikut sedih, tapi kau jangan larut dalam kesedihanmu," ucap Ola yang kini menenangkan Felix. "Terima kasih, Sayang." Felix tersenyum dan akhirnya memeluk Ola. Dia membalasnya dan mengusap punggungnya. Panggilan Sayang untuknya bahkan membuat Ola merasa semakin bersalah, dia merasa menjadi wanita brengsekk karena sudah membohongi dua pria. "Aku akan mengantarkanmu pulang," ucqp Felix namun Ola menggeleng. "Aku membawa mobil." Ucap Ola yang akhirnya di angguki oleh Felix. Sebenarnya Ola berencana pergi ke apartemen Samuel karena dia sedang tidak enak badan. Sebelumnya Ola sudah

