Seharian ini, Lea malah betah berada di kamae Marvin, mereka banyak bercerita tentang konsep pernikahan mereka nantinya dan Lea sangat senang atas itu. Pembahasan peenikahan mereka membuat Lea yakin jika Marvin akan menjadi miliknya dan sudah jatuh cinta dengannya. Obrolan mereka berhenti ketika ada telefon masuk dan ternyata dari Livia. "Dia masih suka telefon?" Tanya Lea karena kebetulan dia melihat saat Marvin meraih ponselnya. "Tidak begitu sering." Jawabnya dengan santai lalu mematikan telefonnya. "Kenapa tidak di angkat? Tidak takut jika itu penting?" Tanya Lea. "Biarkan saja. Memangnya kau mau waktu kita di ganggu orang lain." Ucap Marvin. Namun belum Lea menjawab, ponselnya berbunyi lagi dan ternyata Livia masih berusaha menghubunginya. "Angkat saja, Aku— Perkataan Lea tid

