Bab.81 Sah

1227 Kata

Aryan menghampiri mereka. Ada Singgih, Atha, Naresh dan Reza yang tadi datang mengajak istrinya, Wira dan juga Satria. Mulut-mulut lemas mereka sejak datang tidak berhenti nyinyir menertawakan kejadian konyol kemarin. Apalagi saat melihat luka memar yang masih sedikit terlihat, meski sudah disamarkan dengan make up dari MUA yang merias Mara. “Akhirnya, ada yang paham dengan deritaku waktu itu.” ucap Naresh yang tidak bisa berhenti tertawa. “Mending Naresh sudah puas mencicipi sampai kecebongnya menetas, jadi biar bonyok digebukin bapaknya Luna paling tidak dia sudah kenyang. Lha kamu, Bang. Nyicipi nggak seberapa, tapi tetap sama bonyoknya kena gebuk bapaknya Mara. Rugi bandar dong!” olok Wira yang makin membuat mereka ngakak. “Nggak apa-apa, yang penting dapat restu. Setelah ini juga b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN