Selesai makan, Linggar menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu. Seperti biasa—tanpa banyak kata. Ayu hanya bisa mengucapkan terima kasih lirih saat mereka berjalan keluar restoran. Sama seperti sebelumnya, Linggaryang kembali berjalan dengan menggandeng tangan Ayu. Terkadang Ayu saja dibuat tertegun. Beginikah Linggar sebenarnya. Tak bisa melepaskan tangannya jika bertemu. Ahh... Jantung serasa tak aman saja. Saat mereka benar-benar keluar dari restoran, mereka disambut udara siang yang cukup terik. Hingga mereka melangkah ke area parkir. Linggar membuka pintu mobil untuk Ayu, memastikan wanita itu duduk dengan nyaman sebelum dirinya sendiri masuk ke balik kemudi. Mesin mobil menyala. Namun alih-alih langsung melaju ke arah pendopo, Linggar justru menyalakan lampu sein ke arah berlaw

