91

1571 Kata

Begitu pintu kedatangan terbuka, suasana Bandara Internasional Yogyakarta yang semula riuh mendadak terasa menyempit bagi mereka. Di depan sana keluarga sudah menunggu kedatangan mereka. Berjarak sehari setelah keberangkatan kemarin. “Paman Arya!” “Bibi Widia!” Damar dan Kayra lepas dari genggaman Rajas nyaris bersamaan. Dua tubuh kecil itu berlari—dengan kelucuan sebagaimana mestinya bocah berumur tiga tahun—langsung menerjang sepasang sosok yang sudah menunggu dengan senyum lebar sejak tadi. Raden Arya bahkan belum sempat membuka kedua lengannya sepenuhnya ketika Damar sudah memeluk pahanya, sementara Kayra memeluk Widia dengan penuh tenaga kecilnya. “Ya Allah… ini kangen gimana heh, keponakan Paman semakin berat saja ini." tawa Arya pecah, tawa rendah yang hangat saat didengar.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN