33 | Sialnya, Kamu Tetap Pemenangnya

1522 Kata

“Rasa yang terpendam bukanlah milik waktu, melainkan milik hati yang tak mampu berdamai dengan kenangan. Ada ruang yang tak pernah benar-benar hampa, menyelinap diantara ego dan realita. Menunggu untuk diisi, merayu untuk bisa kembali.” —— Pagi menyambut dengan aroma kopi dan udara dingin dari AC sentral yang menggigit kulit. Lantai kerja yang disiapkan khusus untuk tim Calmora di Daskarendra Corp terasa terlalu mewah untuk sebuah awal senin—dinding kaca menghadap kota, interior minimalis, dan teknologi terbaru berderet rapi seperti barisan pasukan. Lira sudah duduk dengan headphone setengah menggantung di leher, mengetik cepat sambil mencuri pandang ke layar grafik awal yang mulai terbentuk dari hasil kuesioner. Arfan berdiri di dekat jendela, memegang folder data karyawan dengan satu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN