46 | Seseorang di Balik Pintu

1030 Kata

Senin pagi datang tanpa jeda, menyerbu Daskarendra Corp dengan irama yang tergesa. Gedung itu seperti sebuah organisme raksasa yang sibuk bernapas; pintu lift terbuka dan tertutup silih berganti, langkah kaki berderap di koridor, suara telepon bersahut-sahutan, dan layar-layar komputer menyala dengan grafik, dokumen, serta angka-angka yang terus bergerak. Semuanya tampak normal di permukaan. Sibuk. Produktif. Profesional. Namun, tidak bagi satu ruangan di ujung lantai delapan belas yang lebih hening daripada biasanya. Nea duduk diam di sana, di ruang konsultasi yang menjadi tempat ia membagi waktu dan pikirannya untuk orang lain. Ia menatap meja kosong di hadapannya, menanti dengan sabar hingga suara pelan dari gagang pintu menyadarkannya. Seorang karyawan keluar dari ruangan konsultasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN