59 | Wedding Bliss and Redemption♥

1987 Kata

“Hari ini bukan hanya tentang dua nama yang disatukan. Tapi tentang dua jiwa yang pernah saling kehilangan namun pada akhirnya tetap saling menemukan.” —— Aroma wangi melati dan gaharu samar menyusup ke sela udara ruang ganti mempelai laki-laki. Jas berwarna putih gading tergantung rapi, didampingi songkok bersulam emas dan kain batik motif pusaka yang siap dikenakan. Namun, suasananya jauh dari tenang. “MAS! Kancing bajumu itu belum dikaitin, ya Tuhan!” seru Cavina, adik perempuan Daska, dengan suara hampir panik sambil menggandeng anaknya yang super aktif—Devaero, si balita dua tahun yang sudah sibuk berlari-lari di sekeliling ruangan. “Masih 10 menit lagi ini, santai, Vin,” ujar Daska, menahan senyum sambil berdiri di depan cermin besar. Tangan kirinya gemetar sedikit saat mencoba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN