28 | Makan Malam yang Menegangkan (Pt.2)

1071 Kata

Mahesa memicingkan mata, membaca cepat baris demi baris dengan rahangnya mengencang. Diana tampak menahan napas, sesekali menoleh pada Alana yang mulai kehilangan warna di wajahnya. Nayera bahkan menunduk, menutup mulutnya dengan tangan, terkejut dan terluka atas kenyataan yang ia baca. “Ada lebih dari tiga laporan yang dimanipulasi,” suara Daska kembali terdengar. Tenang, namun memiliki bobot yang tak bisa diabaikan. “Dua dokter terlibat, namun salah satunya sudah mengakui dan kini sedang dalam pemeriksaan internal. Aku punya rekaman pengakuannya juga. Akan aku berikan nanti jika dibutuhkan.” Diana, wajahnya menegang. “Ini... ini tidak mungkin. Alana? Kau menyembunyikan ini dari Mama?” Nayera menggelengkan kepala perlahan. Matanya basah. “Aku menganggapmu seperti anakku sendiri, Alana.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN