Jessica berdiri dengan tangan terlipat di d**a dan sorot mata menyala penuh amarah, seolah kehadiran Diah dan Rizky hanyalah latar belakang dari kemarahan yang sudah lama tertahan. Kelvin bangkit dari duduknya, mencoba membatasi jarak antara Jessica dan dua orang di depannya yang tak tahu apa-apa. "Cukup, Jess. Jangan ganggu makan siang orang lain hanya karena kamu nggak terima kalau Mas membawa Mami ke Singapura," ucap Kelvin dengan nada tegas. Jessica mendengus. "Aku seperti ini karena Mas tega! Kenapa Mas harus membawa Mami juga?" "Karena Mami butuh perawatan lanjutan untuk jantungnya. Di sana ada dokter hebat yang akan menangani Mami," balas Kelvin. "Halah! Itu hanya alasan Mas saja. Padahal di sini juga ada dokter yang hebat!" Jessica yang tak tahan langsung meneriaki Kelvin. S

