75. Pelangi Setelah Hujan (Ending)

1135 Kata

Setahun kemudian. Suasana ballroom sebuah gedung terasa dingin bagi Amara, padahal jumlah orang yang berada di ruangan itu termasuk banyak. Karena hari ini adalah waktunya bagi Amara dan yang lainnya untuk melakukan prosesi wisuda. Mata cokelat Amara memindai sekeliling, seakan mencari sesuatu. Sementara Diah yang berada di sampingnya berinisiatif untuk menggenggam tangan gadis itu agar tidak merasa tegang. "Santai saja, Amara. Pak Raymond pasti datang kok," ucap Diah yang membuat Amara tersenyum. "Maunya sih nggak tegang, tapi kenyataannya ...." Amara tak melanjutkan ucapannya dan hanya menghela napas panjang. "Aku tahu kenapa kamu tegang kayak gini. Pasti karena Pak Raymond yang udah ngebet mau nikah sama kamu." Diah yang tak tahan akhirnya menggoda Amara, sehingga membuat pipi gadi

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN