"Aku tidak melihatnya, Lily," ujar Ethan, nadanya datar, namun mengandung kekecewaan dan sedikit ancaman. Lily berusaha keras agar suaranya terdengar profesional. "Selamat siang, Tuan Ethan. Apakah ada dokumen yang harus aku siapkan untuk pertemuan sore ini?" "Jawab pertanyaanku, Lily," desak Ethan, berdiri dan berjalan mengelilingi mejanya, memaksa Lily menghadapi konfrontasi itu. "Mengapa kamu tidak memakai jam tangan yang kuberikan?" "Tuan Ethan, aku sangat menghargai niat baik kamu," kata Lily, menahan napas. "Tapi, aku tidak dapat menerima barang pribadi yang sangat mahal. Ini bertentangan dengan etika karyawan dan bisa disalahartikan. Aku telah menyimpannya dengan aman. Jika kamu mengizinkan, aku akan mencatatnya sebagai aset perusahaan, seperti yang ku lakukan sebelumnya."

