Lily terkejut. Dia mendongak, matanya lebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sosok Ethan berdiri di ambang pintu, tampak lelah, tetapi nyata. "Ethan ... Kamu ... apa yang kamu lakukan di sini? Ini terlalu berbahaya!" bisik Lily, mencoba berdiri, tetapi kakinya gemetar. Ethan tidak berbicara. Dia melangkah cepat, menjatuhkan berkas dan teleponnya, dan segera menarik Lily ke dalam pelukan yang kuat dan putus asa. Itu adalah pelukan yang mengatakan: Aku di sini, aku nyata, dan kita akan baik-baik saja. "Ssst ... Aku di sini. Aku di sini," bisik Ethan, memeluknya dengan erat, merasakan tubuh Lily yang kurus. "Aku melihat laporannya. Aku tahu kamu kesakitan. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian, bahkan jika aku harus membakar seluruh Jakarta untuk berada di sisimu malam ini."

