Bayangan di Antara Cahaya.

1075 Kata

Malam telah larut. Lampu meja di kamar apartemen Lily hanya tersisa satu, remang, berpendar lembut di antara tirai putih yang bergoyang pelan diterpa angin dari jendela setengah terbuka. Suara kota sayup-sayup terdengar — samar, nyaris seperti gema jauh dari kehidupan yang ingin ia hindari malam ini. Tubuh Lily tenggelam dalam selimut tipis, matanya setengah terpejam. Ia sudah mencoba menutup mata sejak satu jam lalu, tapi pikirannya terus berputar. Tentang Ethan. Tentang tatapan itu. Tentang senyum samar yang terlalu berbahaya untuk diingat tapi terlalu nyata untuk dihapus. Ia menarik napas dalam. Aroma sabun di kulitnya bercampur samar dengan wewangian kayu lembut — sesuatu yang selalu mengingatkannya pada Ethan. Matanya baru saja terpejam ketika tangannya merasakan sentuhan hangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN