"Lily, datang ke suite-ku. Sekarang. Bawa berkas merger yang sudah direvisi," perintah Ethan, nadanya kembali ke CEO yang profesional. "Baik, Tuan Ethan," jawab Lily, meskipun ia tahu berkas itu hanyalah alasan. Lily mengambil berkas, jantungnya berdebar kencang, dan berjalan ke suite Ethan. Ia mengetuk. Ethan membuka pintu. Dia masih mengenakan setelan mahalnya, tetapi dasi sudah dilonggarkan dan beberapa kancing kemeja atasnya telah terbuka. Matanya yang abu-abu gelap memancarkan hasrat dan kelegaan yang luar biasa. Kontrasnya luar biasa: pria yang baru saja menjadi CEO yang dingin di depan umum, kini adalah kekasih yang penuh tuntutan. Lily menyerahkan berkas itu. Ethan mengambilnya, tetapi melemparkannya ke meja tanpa melihat. "Merger bisa menunggu," bisik Ethan, menarik Lil

