Lily berbalik dalam pelukannya. Dia mendorong Ethan, membaringkannya di ranjang besar itu. Ethan terkejut, namun senyum terukir di wajahnya. "Malam ini, biarkan aku yang memimpin, Ethan," bisik Lily, tatapannya penuh gairah dan keberanian yang baru. "Kamu sudah memimpin perusahaan, memimpin negosiasi, dan memimpin hidup ku. Malam ini, aku yang akan memuaskan kamu." Ethan menyerah sepenuhnya, matanya terpaku pada Lily. "Lakukan, Sayang. Lakukan sesukamu. Aku percaya padamu." Lily memulai dengan perlahan, mencium lembut dahi Ethan, lalu turun ke mata, hidung, dan akhirnya bibir. Ciuman itu dalam dan penuh pemujaan, sebuah bentuk syukur atas pengakuan emosionalnya di kereta. Tangan Lily bergerak melucuti pakaian Ethan. Dia melepaskan kemeja dan celana mahal itu dengan kelembutan y

