"Lily, jangan lakukan ini. Aku akan menyelesaikan gugatan ini. Biarkan aku melindungi mu. Jangan biarkan rasa bersalah itu membunuhmu. Aku datang ke Manado malam ini. Kita akan bicara empat mata. Kita akan perbaiki ...." "Tidak perlu, Ethan. Aky tidak akan menjawab telepon kamu lagi. Aku sudah memutuskan," kata Lily, suaranya kini terdengar kosong, tanpa emosi, sebuah tanda bahwa ia telah menutup dirinya secara total. "Lily! Jangan berani-berani—!" Klik. Lily memutuskan sambungan itu. Di Jakarta, Ethan berdiri kaku, memegang ponsel yang sunyi. Ia telah kehilangan kendali penuh atas hidupnya. Sahabat, perusahaan, dan kini, wanita yang ia cintai telah meninggalkannya, didorong oleh rasa bersalah yang diatur oleh Vicktoria. Ethan meraung. Amarahnya, rasa sakitnya, dan keputusasaa

