Keheningan yang mencekam menggantung di ruang kantor pribadi Ethan Blackwell. Tubuh Lily berbaring lemas di sofa kulit mewah. Napasnya masih memburu, rasa bersalah, dan gairah yang terlarang bercampur menjadi satu, menciptakan badai emosi yang mengerikan. Ethan masih memeluknya erat, kehangatan tubuhnya yang kokoh terasa seperti belenggu terakhir. Setelah klimaks yang eksplosif itu, Ethan ambruk ke atas Lily, napasnya tersengal-sengal. Berat tubuhnya yang membebani Lily terasa seperti penegasan akhir dari kepemilikannya. Matanya yang abu-abu menatap lurus ke mata Lily. Ekspresinya kini berubah, dari kehangatan singkat menjadi fokus dingin seorang pemilik. "Tapi ketenangan ini tidak akan bertahan lama. Kita punya banyak waktu." Lily merasakan alarm berbunyi di benaknya. Ia tahu ke ma

