Pagi harinya, ketika Leo sudah berangkat kerja, Aurora berdiri di depan cermin kamar mandi. Ia membayangkan perutnya yang rata suatu hari nanti akan membesar, membawa kehidupan baru. Ia membayangkan Leo memegang tangannya di ruang bersalin, membayangkan tawa anak mereka memenuhi rumah. Dan untuk pertama kalinya, rasa takutnya tidak lagi besar. Sebaliknya, ada kerinduan yang mulai menggelora. “Apakah sudah waktunya?” gumamnya berbisik. * * Dua minggu kemudian, Aurora membuat janji temu dengan Dokter Olivia, seorang dokter kandungan yang direkomendasikan teman Leo waktu itu. Jantungnya berdebar ketika memasuki klinik tersebut, namun tekadnya sudah bulat. "Jadi, Anda memutuskan untuk berhenti menggunakan kontrasepsi?" tanya dr. Sari setelah mendengar penjelasan Aurora. Aurora meng
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


