“Baby, apa maksudmu?” “Lupakan. Jangan membuat masalah dengan Carlos.” Hazel tidak menjawab pertanyaan Oliver. Salah sendiri ... b*doh, batinnya. Oliver menahan bola mata yang sudah akan membesar. Tidak terima Hazel membela Carlos di depannya. “Dia sudah banyak membantuku dan Archie.” Hazel mendesah melihat reaksi Oliver. “Tapi dia menyiksamu. Dia memaksamu. Kamu pasti menderita.” Ough … Hazel menatap geregetan pria yang sudah kembali menjadi suaminya. “Kupikir kamu pintar,” sarkas Hazel, seraya menggelengkan kepala. “Sayang, tolong jangan pakai teka-teki. Saat ini otakku sedang penuh. Aku tidak bisa memikirkan teka-tekimu.” “Lupakan. Aku ingin pergi ke tempat kakakku. Kamu sudah berjanji akan mengantarku ke sana.” Oliver mengerjap. “Oh, itu ….” “Bisa kita pergi sekarang? Aku bena

