Seperti yang Hazel sampaikan pada Oliver, dia menikmati neraka yang pria itu berikan. Hazel benar-benar pasrah. Hidupnya hanya di dalam kamar. Dia akan makan atau minum saat diberikan. Jika tidak, dia pun diam. Satu bulan berlalu seperti itu. Hazel tidak bicara dengan siapapun. Tidak Frank yang berjaga di depan pintu kamar, ataupun kepala pelayan yang datang membawakan makanan dan pakaian ganti. Makanan yang Hazel terima setiap hari dalam satu minggu itu benar-benar hanya satu tangkup roti dan air putih. Satu kali dalam sehari. Oliver benar-benar ingin menyiksanya. Setiap hari yang Hazel lakukan hanya duduk termenung di dalam kamar. Tidak ada televisi, tidak ada ponsel, tidak ada apapun. Terkadang dia berdiri di depan jendela–menatap kosong ke luar. Tidak ada suara ketukan pada daun p

