"Oliver--" Ayunan kaki Hazel langsung berhenti begitu sepasang matanya tertuju ke arah ranjang. Untuk beberapa detik tubuh wanita itu membeku. Bola matanya tidak bergerak sedikitpun dari ranjang. Napasnya tertahan. Kedua kakinya terpaku di tempatnya. Apa dia masih berada di dalam alam mimpi? Seharusnya dia melihat Oliver. SEN-DI-RI-AN. Sepasang bibir Hazel terbelah. Masih berpikir mungkin dia belum bangun dari tidurnya, Hazel menampar pelan pipi kanannya beberapa kali. Sepasang mata yang masih belum meninggalkan ranjang di depan sana itu akhirnya mengedip. Dia bisa merasakan tepukan tangan di wajahnya. Itu artinya dia tidak sedang berada di dalam alam mimpi. Artinya, yang dilihat di depan sana itu nyata. Suaminya sudah kembali, tapi, dia tidak sendiri. Hazel mengepal dua telapak tanga

