“Mas, tolong ...” Aku tak sengaja menginjak sabun cair yang tumpah ketika akan mandi. Mengakibatkan aku terpeleset hingga darah segar mengalir di kedua pahaku. “Astagfirullah, Honey,” teriak Mas Agung ketika melihat keadaanku. Dia panik luar biasa. “Kita ke rumah sakit sekarang ya.” Mas Agung membungkus tubuhku menggunakan selimut tebal. Meminta tolong Pak Wawan menyiapkan mobil untuk membawaku ke rumah sakit. “Mas, sakit ...” “Sabar ya, Hon. Sebentar lagi kita sampai rumah sakit.” Perutku semakin lama semakin sakit karena pergerakan kedua anakku sudah mendominasi, keringat dingin pun mulai membasahi wajahku. Rasanya aku tidak sanggup lagi bertahan. Sakitnya sungguh menyiksa. Pandangan kedua mataku mulai kabur semakin lama semakin gelap. “Honey, hey, ayo bangun! Jangan tidur, Hon!

