Fabian berdiri tak jauh dari sofa ruang keluarga. Matanya menatap lurus ke arah Luna dan Leon yang duduk berdampingan di karpet, masing-masing memegang satu bungkus biskuit coklat. Suara kriuk kecil terdengar setiap kali mereka menggigit biskuit itu, membuat Fabian menelan ludah. Fabian melangkah mendekat, berdiri tepat di depan mereka. “Itu apa?” tanya Fabian sambil menunjuk biskuit di tangan Luna. “Biskuit,” jawab Luna polos sambil terus mengunyah. “Coklat,” sambung Leon dengan mulut penuh. Fabian mendekatkan wajahnya. “Fabian mau.” Luna langsung memeluk biskuitnya. “Punya Luna.” Leon ikut menutup bungkus biskuitnya dengan dua tangan kecil. “Punya Leon.” Fabian mengerjap. “Fabian mau satu aja.” Luna menggeleng keras. “Nggak.” Leon meniru. “Nggak.” Fabian berdiri kaku beb

