Bab 169

967 Kata

Celine berdiri di dapur dengan mangkuk besar di tangannya. Potongan strawberry segar memenuhi mangkuk itu, warnanya merah cerah dan menggoda. Tangannya bergerak cepat menaburkan bumbu rujak, cabai, gula, asam, dhan sedikit garam. Begitu diaduk, aroma aneh tapi entah kenapa sangat menggugah seleranya langsung menyebar. “Ini enak banget,” gumamnya sendiri, padahal belum mencicipi. Ia mengambil satu potong strawberry, memasukkannya ke mulut, lalu memejamkan mata. Wajahnya langsung berubah puas. “Kenapa enak banget sih,” katanya pelan, lalu mengambil lagi. Baru setelah beberapa suap, alisnya berkerut. Rumah terasa terlalu sunyi. Tidak ada suara Fabian berlarian, tidak ada suara Frans dari ruang kerja, bahkan televisi pun mati. “Frans?” panggilnya. Tidak ada jawaban. Celine mendengus pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN