Bab 70

2304 Kata

Pagi itu cahaya matahari menembus lembut melalui tirai putih ruang rawat VIP di rumah sakit, menyinari wajah Celine yang kini tampak jauh lebih segar dibanding beberapa minggu lalu. Pipinya tidak lagi sepucat dulu, tubuhnya juga sudah mulai bertenaga. Ia mengenakan gaun rumah sakit warna biru muda, duduk di kursi roda yang disiapkan oleh perawat, sambil menatap ke arah tempat tidur Frans di seberang ruangan—suaminya masih belum juga membuka mata. Sudah dua puluh tiga hari sejak kecelakaan itu. Dan dalam dua puluh tiga hari itu, Celine melewati banyak hal. Dari koma, bangun dalam keadaan linglung, hingga kini sudah bisa berdiri dan berjalan pelan-pelan, walau dokter masih menyarankan untuk tidak terlalu memaksakan diri. Tapi yang selalu menjadi semangat utamanya adalah Frans. Setiap kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN