Celine sudah tiba di ruangan itu sejak lima menit sebelum kelas dimulai, duduk di kursi tunggu yang berada di balik kaca transparan yang memungkinkan para orangtua melihat anak mereka tanpa mengganggu proses bermain dan belajar. Fabian berlari masuk begitu pintu dibuka, membawa tas kecil bergambar dinosaurus yang kemarin dipilihnya sendiri bersama Frans. Hari ini dia jauh lebih berani dibandingkan hari pertama. Bila kemarin dia sempat bersembunyi di belakang kaki Celine, sekarang dia justru berlari dan langsung menghampiri mainan balok warna-warni. “Fabian, kamu datang lagi!” suara seorang anak laki-laki kecil dengan rambut keriting memanggilnya. Fabian menoleh dan tersenyum lebar, “Iya! Aku mau main lagi!” Celine menatap adegan itu dengan pipi sedikit mengembung bangga. Melihat putrany

