Setengah jam cukup! Itu kata manis Naka. Hanya kata-kata, angan-angan, niatan. Karena pada kenyataannya, pria itu tidak akan pernah bisa berhenti menyentuh sang istri hanya dalam waktu setengah jam. Sama seperti sang suami yang selalu lupa waktu, atau hanya berpura-pura lupa—begitu pun dengan Zahra yang tidak pernah bisa menahan sentuhan sang suami. Ia akan selalu ikut hanyut dalam setiap buaian sang suami. Lebih dari itu, dia ingin terus menikmati setiap sentuhan yang berhasil membuatnya melayang, lalu menjerit tertahan berkali-kali. Tiga tahun usia pernikahan, namun semua masih terasa sama. Suaminya tetap bisa membuatnya memekik. Setiap sentuhan pria itu selalu berhasil membuat tubuhnya menggelinjang. Membuat sesuatu di dalam dirinya terbakar, meronta, meminta lebih dan lebih. Peluh

