“Rain tidak mau tidur kalau Papi belum cerita.” Naka menatap horor sang putra yang memaksa tidak akan tidur sebelum ia bercerita. Coba kalau bukan putranya, sudah ia jitak anak yang sedang menatapnya ini. Naka mendesah. Kedua bahu pria itu terjatuh. Apa boleh buat. Dia harus menunda makan malamnya karena si ganteng putra pertamanya ini tidak mau melepasnya sebelum bercerita. Akhirnya Naka ikut membaringkan tubuh di ranjang tidur Rain. Pria itu berbaring miring lalu menarik tubuh Rain hingga anak itu berbaring ke arahnya. Naka memulai menceritakan tentang seorang pahlawan di sebuah kerajaan. Seraya bercerita, Rain menepuk-nepuk pelan p****t anak itu. Berharap Rain akan segera tertidur. Rain mendengarkan cerita sang papi. Sesekali anak itu menggerakkan kepala, seolah benar-benar paham apa

