Masih segar dalam ingatan Zahra bagaimana dulu masa kehamilan pertamanya. Dia sempat hampir kehilangan Rain karena ketidaktahuannya. Kebodohannya. Setelah dokter Erni mengatakan dia memang hamil, meskipun belum dipastikan dengan USG—pagi harinya Zahra memeriksa dengan test pack. Dia menggunakan 4 test pack dengan merk berbeda. “Pasti garis dua,” ujar Naka yang ikut masuk ke kamar mandi untuk melihat hasil test pack istrinya. Pria itu memeluk sang istri lalu mengecup puncak kepala istrinya beberapa kali. “Aku yang lihat atau kamu?” tanya Naka melihat sang istri belum mengangkat empat benda yg menyerupai batang es krim itu, keluar dari gelas yang menampung air seni pertama istrinya di pagi hari. “Aku deg-deg an, Mas.” Zahra meremas telapak tangannya. “Kalau gitu aku saja, ya?" tawar Naka

