Bab 179.

1691 Kata

Naka sedang meeting bersama divisi keuangan, ketika ponsel yang ia letakkan di atas meja—di sisi kirinya, bergetar. Sebetulnya ia tidak berniat menerima panggilan dari siapapun, kecuali istri atau keluarganya. Apalagi melihat nama Mela yang tertampil pada layar yang menyala tersebut. Namun, ketika layar ponselnya tak kunjung berhenti menyala, Naka menerima panggilan tersebut—berniat untuk sekedar memberikan peringatan agar Mela tidak mengganggu dirinya yang sedang meeting. Lagipula, untuk apa Mela menghubungi dirinya, sementara teman istrinya itu masih punya manager. “Hal—” “Ha-ha-halo, Pak Bos. Si kembar sudah mau brojol, Pak Bos.” “A-apa?!” Suara Naka menggelegar, hingga membuat semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut tidak hanya terkejut, beberapa bahkan sampai berjingkat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN