Cita-cita Gianna

1035 Kata

Dua tahun berlalu. Gianna menghela nafas sambil menatap layar laptopnya. Sudah mulai bosan dengan pekerjaan ini, karena gaji yang ia terima pun mulai menurun. Daya beli masyarakat berkurang karena adanya persaingan bisnis. Ia ingin pekerjaan lain dengan gaji yang lumayan besar. Apa lagi, anaknya sudah semakin besar sekarang. Satu adiknya sudah lulus SMA dan sedang mencari pekerjaan. Jadi hanya tinggal satu lagi adik yang harus ia biayai pendidikannya. Jika adik bungsunya lulus SMA nanti, ia tetap harus kembali memikirkan biaya sekolah untuk anaknya sendiri yang sekarang baru berusia 1,5 tahun. "Gia, Cia mau mimik katanya," ucap ibu Gianna yang muncul dari balik pintu kamar. "Ya udah sini, Ma. Masuk aja," ucap Gianna. Mereka sudah pindah dan mengontrak satu rumah untuk tinggal bersama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN