Setelah jam kerja usai. Sakha meminta Gianna untuk menunggunya. Karena dia akan mengantarkan Gianna pulang ke rumah dan sekalian Sakha pun ingin mampir sebentar dan bertemu dengan Ciara. "Aku akan ajak Ciara main sampai dia kelelahan. Supaya dia tidak mengganggu kamu nanti malam," ucap Sakha yang sudah mulai nampak mendominasi hubungan. Gianna sudah memberikan sinyal penerimaan kepadanya 'kan? Jadi, tentu saja Sakha tidak akan canggung-canggung maupun terlalu formal lagi kepadanya. "Ha? Gimana, Mas?" tanya Gianna. "Iya, kalau Ciara kelelahan, pasti nanti malam dia tidur nyenyak dan kamu tidak akan diganggu olehnya lagi. Jadi kamu juga bisa istirahat. Bisa tidur lebih cepat." Gianna ingin sekali tertawa. Namun, hanya sunggingan bibirnya saja yang terlihat. Niatnya baik. Tapi sepertinya

